Penelitian kuantitatif
adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena
serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan
dan menggunakan model-model matematis, teori-teori
dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran
adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini
memberikan hubungan yang fundamental antara
pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang terdiri dari banyak
bentuk baik survei, eksperimen, korelasi, dan regresi. Beberapa orang
mengatakan penelitian kuantitatif jauh lebih mudah dari kualitatif. Namun, hal
tersebut tidak bisa dinyatakan dengan pasti karena harus dikembalikan pada
bentuk penelitian yang objek yang digunakan. Saat ini
masih banyak orang yang belum memahami dengan seperti apa penelitian kuantitatif.
Hal ini termasuk penelitian eksperimen yang merupakan metode penelitian yang
digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap yang lain dalam
kondisi yang terkendalikan.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu
alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan
biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai
cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan.
Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk
membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Penelitian kualitatif
adalah penelitian yang menekankan pada quality atau hal yang terpenting dari
sifat suatu barang / jasa. Penelitian kualitatif dieksplorasi dan diperdalam
dari suatu fenomena social atau suatu lingkungan social yang terdiri atas
pelaku, kejadian, tempat dan waktu.
Penelitian kualitatif dilakukan dikarenakan peneliti ingin
mengekspor fenomena – fenomena yang tidak dapat dikuantifikasikan yang bersifat
deskriftif seperti proses suatu langkah kerja, formula
suatu barang dan jasa, tata cara suatu budaya dan sebagainya. Denzin dan
Lincoln (Moleong, 2007:5), menyatakan bahwa : penelitian kualitatif merupakan
penelitian yang menggunakan latar belakang alamiah, dengan maksud menafsirkan
fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode.
Dalam penelitan kualitatif perlu menekankan pada pentingnya
kedekatan dengan orang-orang dan situasi penelitian, agar peneliti memperoleh
pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi kehidupan nyata.( Patton dalam Poerwandari, 1998).
Pendekatan kualitatif banyak memakan waktu, reliabilitasnya
dipertanyakan, prosedurnya tidak baku, desainnya tidak terstruktur dan tidak
dapat dipakai untuk penelitian yang berskala besar dan pada akhirnya hasil
penelitian terkontaminasi oleh subyektifitas peneliti. Pendekatan
kualitatif memunculkan kesulitan dalam mengontrol variabel yang berpengaruh
terhadap proses penelitian baik langsung ataupun tidak langsung. Untuk
menciptakan validitas yang tinggi diperlukan kecermatan dalam proses penentuan
sampel, pengambilan data dan juga penentuan alat analisisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar