Saat
seorang peneliti memilih untuk melakukan penelitian kuantitatif, alih-alih
penelitian kualitatif, maka ada beberapa metode yang mungkin digunakan atau
dipilihnya, yaitu: metode eksperimen, metode survei, penelitian korelasional,
penelitian perbandingan (komparasi), studi perkembangan, metode deskriptif, dan
metode ex post facto.
Metode Eksperimen
Metode
eksperimen adalah salah satu metode yang sering digunakan dalam penelitian
kuantitatif. Metode eksperimen mempunyai tujuan untuk menjelaskan dan
meramalkan apa yang akan terjadi pada suatu variabel apabila diberikan
perlakuan tertentu pada variabel lainnya (variabel manipulasi).
Metode Survei
Penelitian
yang menggunakan metode survei adalah penelitian kuantitatif yang tujuannya
adalah untuk mengungkap bagaimana pendapat atau opini sebuah masyarakat terkait
isu-isu tertentu. Hal yang khas pada penelitian kuantitatif dengan metode
survei adalah banyaknya populasi subjek penelitian sehingga harus dilakukan sampling dengan teknik tertentu agar benar-benar dapat
mewakili populasi yang besar tersebut.
Penelitian Korelasional
Penelitian
kuantitatif korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan
terdapat atau tidak terdapatnya suatu hubungan antara variabel-variabel
tertentu. Penelitian di bidang pendidikan banyak yang menggunakan penelitian
korelasional ini.
Penelitian Komparasi
Penelitian
kuantitatif yang menggunakan metode komparasi atau perbandingan merupakan
penelitian yang tujuannya adalah untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan
persamaan-persamaan dari dua atau lebih subjek penelitian.
Studi Perkembangan
Studi
Perkembangan atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai developmental study
merupakan sebuah metode penelitian kuantitatif yang tujuannya adalah untuk
menemukan perkembangan yang terjadi pada suatu subjek penelitian berdasarkan
fungsi waktu.Studi perkembangan biasanya dibedakan lagi menjadi dua golongan
yaitu studi perkembangan longitudinal dan studi perkembangan cross sectional.
Penelitian Ex Post Facto
Metode
penelitian kuantitatif yang satu ini sering disebut juga dengan after the
fact. Artinya, penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu
terjadi. Disebut juga sebagai restropective study karena penelitian ini
merupakan penelitian penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa atau suatu
kejadian dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang
dapat menimbulkan kejadian tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar